saptoda

Monday, October 01, 2007




Keranjingan nggowess d Jalur Jatiasih [JJ], Desa Ciangsana, Bojongkulur, Bogor. Gw, m Mbot, M Lia, Ida n p Yance dari Komunitas JJ.
Di trek JJ pertama seluas 2km2, ada 4 tanjakan curam, ada yg panjang n yg pendek. Pertama kali ke sana tgl 18 Agustus, gw gagal ngelewatin semua tanjakan, baru kunjungan yg ke-tiga semua tanjakan bisa gw lahap, hap..., hap....
Kalo mau berhasil ngelewatin tanjakan, intinya sebenernya cara kita mindahan shifter aja sih, gak boleh telat n meleset plus latihan nguatin otot2 kaki, dan satu lagi, ban sepeda jangan sampe kena batu atau masuk ke jalur yg agak gembur tanahnya gitu, pasti sukses.

Monday, April 30, 2007

DEED OF ESTABLISHMENT OF LIMITED LIABILITY COMPANY
[Name of the Company]
Number: ____

On this day, ____, the __ day of _______two thousand __ (__-__-200__);

appeared before me, __________, Sarjana Hukum, Notary in Jakarta, in the presence of witnesses whose names will be mentioned at the end of this Deed:

[Mr./Ms.] __________, born in _______, on the __ day of __________, ___________ (__-__-___), [occupation], residing in _______, holder of Identity Card No.___________, Indonesian Citizen;

according to [his/her] statement in this matter acting by virtue of:

a. a power of attorney dated the __th day of [month] 200_ (two thousand __), a copy of which is attached to the minutes of this deed, as attorney-in-fact and as such for and on behalf of “[Name of Company]”, a corporation duly organized and existing under the laws of the Republic of __________, domiciled and having its registered office at ____________; and

b. by virtue of a power of attorney dated the __th day of [bulan] 200_ (two thousand __), a copy of which is attached to the minutes of this deed, as attorney-in-fact and as such for and on behalf of “[name of person]”, a [Name of Country] Citizen, domiciled and having his address at _________;


-The appearer, acting in [his/her] aforementioned capacity hereby declares that:

- "[Name of company]"; and "[name of person]" both as mentioned above, without prejudice to the approvals from the authorities concerned, covenant and agree to establish a limited liability company by virtue of the laws and other regulations having the force of law of the Republic of Indonesia in the framework of Law No. 1 of 1967 (one thousand nine hundred sixty-seven), as amended by Law No. 11 of 1970 (one thousand nine hundred seventy), on "Foreign Capital Investment" and all implementing regulations thereof and in accordance with the Approval Letter of Foreign Capital Investment issued by the Chairman of the Capital Investment Coordinating Board Number __________, dated the ___ (__) day of _____ 200_ (two thousand __) with Articles of Association as shall be set out hereunder (hereinafter referred to as the "Articles of Association"):


AKTA PEMBENTUKAN PERSEROAN TERBATAS
[Nama Perseroan]
Nomor: ___

Pada hari ini, ______, tanggal _________ dua ribu __ (___‑_____‑200__);
Berhadapan dengan saya, ________, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, dengan dihadiri saksi- saksi yang nama-namanya akan disebut dalam akhir akta ini:

Tuan ___________, lahir di _______, pada tanggal ____ (________) _____ ______ (_____), [pekerjaan], bertempat tinggal di ____, ________, Rukun Tetangga ______/Rukun Warga ____, Kelurahan _______, Kecamatan _________, Jakarta ________, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: _______________, Warga Negara Indonesia;

menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan:

a. Surat Kuasa tertanggal __ [bulan] 200_ (dua ribu __), yang bermeterai cukup dan aslinya dilekatkan pada minuta akta ini, sebagai kuasa dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama [Nama Perseroan] perseroan yang didirikan menurut undang-undang Republik _________, beralamat di ______________; dan

b. Surat Kuasa tertanggal __ [bulan] 200_ (dua ribu __), yang bermeterai cukup dan aslinya dilekatkan pada minuta akta ini, sebagai kuasa dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama [nama orang], Warga Negara ___________, beralamat di __________________;

Penghadap bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan bahwa:
- "[Nama Perseroan]" dan "[nama orang]", sebagaimana telah disebutkan di atas, dengan tidak mengurangi persetujuan-persetujuan dari pihak yang berwenang, sepakat dan setuju untuk bersama-sama mendirikan suatu perseroan terbatas berdasarkan undang-undang dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di Negara Republik Indonesia, khususnya dalam rangka Undang-Undang Nomor 1 tahun 1967, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 1970 tentang “Penanaman Modal Asing” dan semua peraturan pelaksanaannya dan sesuai dengan Surat Persetujuan Penanaman Modal Asing yang dikeluarkan oleh Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor ________ tanggal _______ (______) ______ 200_ (dua ribu __) dengan anggaran dasar sebagaimana yang ­termuat dalam akta pendirian ini (untuk selanjutnya cukup disingkat dengan “Anggaran Dasar”):

Wednesday, April 25, 2007

TIGA HARI KEGELAPAN
· Tulisan ini disusun setelah mempelajari beberapa kutipan yang disampaikan oleh Tuhan kita, Bunda Maria dan beberapa orang kudus seperti Blessed Anna Maria Taigi (Roma), Padre Pio (Pastor Kapusin, Italia), Père Lamy (Pastor, Perancis), Elizabeth Canori-Mora (Roma), Suster Rosa Colomba Asdente (Italia), Pastor Nectou (Pastor Yesuit, Belgia), Suster Palma D' Oria (Italia), Suster Marie Baourdi (Suster Karmelit, Perancis), Marie Julie Jahenny (Perancis), Santa Hildegard (Jerman), Marie Martel (Normandia), seorang suster dengan stigmata di Italia – dan yang lainnya. (Catatan: Tulisan ini agak diringkas karena adanya nubuatan baru).
· Walaupun Gereja Kudus kita tidak memberikan pernyataan resmi akan hal ini, namun ketika ada beberapa orang yang terbukti suci hidupnya dan penuh kesederhanaan, yang tinggal di tempat yang berbeda, memberikan wahyu yang sama, Gereja setidak-tidaknya percaya akan perkataan mereka. Seperti kata seorang pastor: “Dengan cara apalagi Tuhan harus berbicara kepada umatnya, kecuali melalui wahyu!”
· Tulisan ini bukan untuk menakuti-nakuti, namun sekedar mengingatkan kita agar mempersiapkan diri, menyucikan hidup, dan mempersembahkan perbuatan baik kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dalam hal apapun, Gereja Kudus selalu menyerukan agar kita senantiasa hidup dalam rahmat, siap sedia menyambut kematian yang bahagia sehingga kita dianggap layak masuk ke dalam Surga dan memandang wajah Tuhan selama-lamanya.
· Beberapa orang meminta dibuatkan rangkuman atas tulisan ini, oleh karena itu, dengan rendah hati kami persembahkan tulisan ini demi kemuliaan Tuhan.

Tanda-tanda yang sudah di ambang pintu
1. Meningkatnya kekacauan hebat di darat, laut dan udara, gempa bumi, badai, angin tornado, angin topan, hujan deras, jebolnya tanggul, meluapnya sungai dan laut, ombak laut yang sangat besar, banjir, kecelakaan yang tidak biasa (yang tidak bisa dikatakan sebagai kecelakaan murni) yang menelan banyak korban, kelaparan, wabah, kehancuran, kemiskinan, gagal panen, perubahan air dan panenan mrenjadi lebih kotor dan kurang subur.
2. Revolusi, jatuhnya pemerintahan, percekcokan, perang, kekacauan di kalangan petinggi, kurangnya rasa hormat pada pemerintah, pengkhianatan, korupsi, kekejaman, pembunuhan.
3. Kehidupan keluarga yang berantakan, tindakan asusila, perzinahan, murtad, kebingungan, pelanggaran dan kekerasan remaja, ketidakpatuhan, menurunnya nilai kebaikan, cara berpakaian yang tidak sopan, dosa dan kejahatan yang berlipat ganda, orang lebih mementingkan tubuh, makan, minum, menari-nari, mencari kesenangan, hiburan dan kegembiraan.
4. Sikap sombong dan menyalahgunakan hukum gereja, tidak hormat dan tidak ada kesopanan dalam gereja, menurunnya jumlah umat yang ke gereja, pengabaian perbuatan kudus pada hari Minggu, mengabaikan sakramen, dosa berat yang semakin banyak terhadap Tubuh dan Darah Kristus, dosa dosa kesombongan dalam bentuk kegiatan rohani palsu, pengingkaran tatanan moral yang menyeluruh dalam Gereja, meningkatnya penyimpangan terhadap ajaran Gereja, banyaknya rohaniwan yang jatuh dalam dosa yang mengakibatnya ikut terseretnya umat mereka, menurunnya panggilam imamat, negara Kristen menjadi tempat para penyembah berhala, musuh agama, tempat penganiayaan terhadap iman sejati, meningkatnya tekanan terhadap Gereja dan akan ada banyak orang yang menjadi martir.
5. Kurangnya kasih, tidak ada rada kasihan, ketidakacuhan dan kurangnya perhatian terhadap sesama, bahkan terjadi dalam keluarga, orang menyombongkan pengetahuan mereka dan berpaling dari Tuhan.
6. Coba baca koran hari ini untuk melihat betapa jelasnya tanda-tanda yang sudah di ambang pintu tersebut

Tanda-tanda yang segera akan terjadi setelahnya
1. Malam akan terasa sangat dingin, angin menderu-deru, disusul dengan kilat, halilintar, gempa bumi, bintang-bintang dan unsur langit akan goncang dan bergeser dari tempatnya. Tidak akan ada sinar matahari, yang ada hanya KEGELAPAN TOTAL, gelap gulita akan menyelimuti seluruh bumi. Peristiwa ini akan terjadi dalam sekejap mata!
2. Tidak akan ada iblis yang tertinggal di neraka. Neraka akan kosong dan semua roh jahat akan bebas berkeliaran di bumi dan mencelakai jiwa-jiwa. Iblis akan muncul dengan sosok yang paling menyeramkan dan akan memenuhi udara dengan wabah penyakit dan gas beracun, dan akan ada penampakan-penampakan yang mengerikan. Banyak orang akan mati ketakutan dan dalam keputusasaan, orang jahat akan melihat Hati Allah yang Maha Suci.
3. “Malaikat-malaikatKu telah siap sedia berdiri dengan pedang terhunus dan mereka akan memilah-milah siapa yang akan dibinasakan, mereka yang menghinaKu dan tidak percaya wahyuKu.”
4. Badai api dari Surga akan turun dan menghujani seluruh penjuru bumi, ketakutan akan menyelimuti semua orang yang melihat hujan api ini, dan mereka akan menjerit dalam ratap tangis yang hebat, orang-orang yang tidak percaya Tuhan akan terbakar di tempat terbuka seperti rumput kering. Murka Tuhan akan ditimpakan ke seluruh penjuru bumi, hukuman yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan sangat dahsyat dan menimpa seluruh bumi.
Setan akan memenangkan hari-hari yang mengerikan ini sehingga neraka nampaknya akan mampu menguasai dunia, akan tetapi Tuhan akan berkuasa kembali, karena dalam penghakiman yang sangat berat ini Ia tetap menunjukkan kasihNya. Ia mengatakan supaya kita tidak berdoa agar terhindar dari persitiwa ini, karena hukuman ini harus tetap terjadi, tetapi kita harus berdoa demi keselamatan kita dan orang banyak, dan berdoa agar jangka waktu peristiwa mengerikan ini dipersingkat.

Peristiwa Antara
Diperkirakan akan ada dua kejadian sebagai tanda peringatan tambahan dan terakhir sebelum tiga hari kegelapan yang mengerikan ini.

TANDA BESAR
Akan ada suatu fenomena di mana setiap orang akan diperlihatkan secara rinci perbuatan mereka yang telah melukai Tuhan dan sejauh mana perbuatan tersebut telah dilakukan. Karena itu, semua orang akan sangat menderita sehingga banyak yang ingin mati, namun tidak bisa.

KEAJAIBAN BESAR
Akan ada keajaiban seperti yang terjadi di Fatima, keajaiban besar yang akan meyakinkan banyak orang dan diperkirakan terjadi pada Pesta seorang martir muda pencinta Ekaristi namun bukan pada hari suci Bunda kita. Keajaiban tersebut akan berlangsung selama seperempat jam dan dapat dilihat dari Garabandal, Spanyol dan dari gunung-gunung sekitarnya. Bapa Suci kita akan melihatnya dari tempat manapun ia berada pada saat itu. Keajaiban ini berlangsung pada tanggal yang akan diumumkan delapan hari sebelumnya. Setelah itu, Tuhan akan meninggalkan tanda sebagai peringatan akan hal tersebut. Keajaiban ini dapat disaksikan melalui TV di seluruh dunia.

SALIB DI ANGKASA
Pada akhir tahun 1965, peristiwa tiga hari kegelapan kembali diangkat oleh seorang kudus di Eropa: “Api Allah dan api neraka akan datang dan berlangsung selama hari-hari kegelapan seperti telah dikatakan oleh semua orang kudus. SalibKu yang bersinar-sinar akan terlihat di langit sebagai tanda bahwa akhir waktu sudah dekat, dan akan mengingatkan kembali seluruh Kisah SengsaraKu yang mengerikan, sehingga semua orang akan mempunyai waktu untuk merenung, sebab Aku tidak mau menghukum dunia tanpa pemberitahuan sebelumnya. Semua orang akan diberi waktu memahami arti tanda salib yang muncul di langit, dan semua orang akan dapat melihatnya. Semua orang akan mengenali salib itu, bahkan mereka yang menolaknya, salibKu akan menjadi tanda bahwa dahulu kala Penebus sudah datang membawa keselamatan dan pengampunan. SalibKu yang sebelumnya tidak pernah dihormati akan mendapat kemuliaan.

Perlindungan yang diperlukan selama Tiga Hari Kegelapan
Segera setelah merasakan adanya tanda-tanda yang mencemaskan seperti malam yang begitu dingin: Masuklah ke dalam rumah, tutup dan kunci semua pintu dan jendela, turunkan korden, menjauhlah dari semua pintu dan jendela. Jangan melihat keluar dengan alasan apapun, dan jangan berbicara kepada siapapun yang ada di luar rumah. Iblis akan meniru suara orang-orang yang engkau kasihi agar engkau keluar rumah kemudian membunuhmu. SEMUA ORANG YANG MELIHAT KELUAR ATAU PERGI KELUAR RUMAH AKAN MATI SAAT ITU JUGA! Murka Tuhan adalah kudus dan Ia tidak menginginkan kita untuk melihatnya.

NYALAKAN LILIN YANG TELAH DIBERKATI
Semua akan gelap gulita, dan satu-satunya benda yang bisa menyala hanyalah lilin yang telah diberkati; lilin tidak akan menyala di rumah mereka yang tidak percaya Tuhan dan para penghujat. Begitu lilin menyala, tidak ada yang dapat mematikannya di rumah orang-orang percaya. Pastikan memiliki persediaan lilin yang telah diberkati di rumah – juga Air Suci harus dipercikkan di sekitar rumah, khususnya pada pintu dan jendela. Berkatilah dirimu sendiri dan orang lain dengan air suci. Minum dan gosokkan pada panca indera (mata, kuping, hidung, mulut) dan tangan, kaki serta dahi.

SIMPAN MAKANAN
Sediakan secukupnya pasokan makanan, air dan selimut untuk mereka yang ada di rumahmu dan para tamu. Jangan mengandalkan listrik dan gas.

JANGAN MEMASUKKAN BINATANG KE RUMAH
Perhatikan juga binatang piaraanmu dengan memberinya cukup makan dan air di luar rumah paling tidak selama tiga hari. Tuhan akan menjaga segala kepunyaan orang-orang yang telah dipilihNya, termasuk binatang piaraanmu. Mungkin ada pendapat agar binatang peliharaan dimasukkan juga ke dalam rumah. Binatang yang dipelihara dan dirawat oleh mereka yang telah diberkati juga menerima perlindungan khusus.

BERLUTUTLAH DI DEPAN SALIB DAN BERDOA TAK PUTUS-PUTUS
Berdoalah dengan tangan terentang, atau dengan posisi tertelungkup di lantai, memohon agar banyak jiwa diselamatkan. Lakukan pertobatan mengenai iman, harapan dan kasih. Adakanlah persekutuan Rohani, bacalah buku-buku rohani.

BERDOALAH ROSARIO
Renungkanlah misteri yang ada di dalamnya. Renungkanlah dengan lebih sering Sengsara dan Wafat Kristus.

MINTALAH BELAS KASIH TUHAN
Dan mintalah belas kasih Bunda Maria karena Tuhan telah memberikan waktu ini ke dalam penyelenggaraan Hati Kudus Maria (berdasarkan gelar tersebut). “Bahaya ini tidak akan menimpa mereka yang berada dalam keadaan rahmat dan yang memohon perlindungan dari IbuKu.”

MINTALAH PERANTARAAN PARA KUDUS
Mintalah bantuan kepada Tritunggal Kudus, Bunda Maria, Santo Yosef, Petrus dan Paulus, Santa Theresa (Bunga Kecil), Santo Fransiskus Asisi, Santa Elizabeth dari Hongaria, Santo Konrad dari Parzham, Para Malaikat Kudus, malaikat pelindungmu, dan Santo Mikael. Teriakan: “Siapa yang seperti Tuhan?” (semboyan Santo Mikael) akan menjadi pelindung bagi banyak orang.
Mereka yang terjebak dalam perjalanan dan tidak dapat mencari tempat berlindung akan mati sebagai martir dan akan diangkat ke Surga, jika mereka orang baik. Beberapa anak kecil dan yang lainnya akan diangkat ke Surga terlebih dahulu agar mereka tidak mengalami kengerian pada hari-hari tersebut. “MEREKA YANG MENGABAIKAN NASIHAT INI AKAN MATI PADA SAAT ITU JUGA.”
2. Tiga hari kegelapan telah ditunda beberapa kali karena doa-doa dan persembahan orang-orang saleh dan karena campur tangan Bunda Maria. Sekarang, waktu itu tidak akan ditunda lagi karena dosa telah merajalela tanpa terkendali. WAKTU ITU AKAN SEGERA DATANG, karena dalam rencana Tuhan yang penuh belas kasih ini, dunia harus dimurnikan dari dosa-dosanya. Tiga hari kegelapan diperkirakan akan datang dan tak ada seorangpun yang dapat melarikan diri dari kengeriannya.

“Aku akan menemukan mereka semua.”


Akibat yang ditimbulkan
1. Setelah tiga hari penghukuman selesai, tidak akan ada lagi orang yang tidak mengenal Tuhan, karena mereka akan dimusnahkan. Tujuh puluh persen umat manusia akan lenyap, dan ada banyak pria yang tewas dibandingkan wanita. Semua yang masih tersisa di bumi akan percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Kehancuran akibat hari-hari tersebut sangat luar biasa, namun bumi akan dimurnikan. Semangat hidup rohani seperti pada masa awal Kekristenan akan pulih kembali, namun jumlah pria yang tersisa di bumi akan lebih sedikit. Ketika segalanya tampak musnah, maka dalam sekejap mata semuanya akan diselamatkan, matahari akan bersinar kembali dan musim semi akan tiba, semua akan tampak berkilau dan indah. Para malaikat Kudus akan turun dari Surga dan menebarkan semangat perdamaian ke seluruh bumi, dan orang-orang benar akan memulai hidup baru.
2. Beberapa negara akan hilang seluruhnya dan wajah bumi akan berubah. Tidak ada lagi bisnis raksasa, pabrik besar dan perakitan yang telah melemahkan jiwa serta norma kesusilaan banyakorang. Orang akan kembali bekerja di ladang.
3. Gereja kita yang Kudus akan bangkit kembali, dan akan berkembang masyarakat yang relijius. Ucapan syukur yang mendalam akan tertanam di benak mereka yang selamat dari kengerian masa penderitaan tersebut dan atas kembalinya terang, mereka akan tersungkur dan mengucap syukur kepada Tritunggal Maha Kudus atas perlindunganNya serta memuji-muji Tuhan. Selanjutnya akan tiba masa perdamaian sebagaimana dijanjikan oleh Bunda Maria di Fatima.


THE END DAYS
The Three Days Of Darkness

These pages are compiled after a study of various quotations of Our Divine Lord, Our Blessed Mother, and a number of holy people such as Blessed Anna Maria Taigi (Rome), Padre Pio (Capuchin Priest, Italy), Père Lamy (Priest, France), Elizabeth Canori-Mora (Rome), Sister Rosa Colomba Asdente (Italy), Father Nectou (Jesuit Priest, Belgium), Sister Palma D' Oria (Italy), Sister Marie Baourdi (Carmelite, France), Marie Julie Jahenny (France), Saint Hildegard (Germany), Marie Martel (Normandy), a Stigmatized Nun in Italy - and others. (Note: This work was slightly edited in view of new revelations).
While our Holy Church gives no official pronouncement regarding these statements, yet when several people of proven holiness and simplicity, widely separated, give similar prophecies, then the Church gives at least some credence to their sayings. As a certain priest has said, "How else is God to speak to his people, except through revelation!"
What is written is not given to frighten, but only to warn so that we may prepare ourselves, Sanctify our lives, and offer our good works to save souls for God. In any event, Holy Church always urges us to be in a State of Grace at all times, to be ever prepared for a happy death so that we may be found worthy to enter Heaven and behold God face to face for eternity.
A number of people have requested that this compilation be made, therefore it is humbly offered, for the glory of God.
Feast of Corpus Christi, 1966 and Feast of Our Lady of Mount Carmel, 1996.

I. The Impending Signs
Increasing violent disturbances on land, at sea and in the air; earthquakes, hurricanes, tornadoes, windstorms, cloudbursts, breaking of dams, overflowing of streams and seas, huge tidal waves, floods, unusual accidents (accidents that are not accidents) taking many lives, famines, epidemics, destruction, destitution, failure of crops, water and crops will change, becoming more polluted and less nourishing.
Revolutions, downfall of governments, dissensions, wars, confusion in high places, lack of respect for authority, treachery, corruption, brutalities, atrocities.
Breakdown of family life, immorality, adultery, infidelity, promiscuity, perversion and violence of youth, disobedience, lack of values, indecent nakedness of dress, countless sins and iniquities, people concerned only with the body, with eating, drinking, dancing, amusement, entertainment, and pleasures.
Flaunting and abuse of Church laws, irreverence and immodesty in church, falling attendance at church, neglect of holy conduct on Sundays, neglect of the sacraments, sacrileges against the Body and Blood of Christ become rampant, sinful pride in sham-religious activities, general apostasy within the Church, rampant heresies, many religious will fall away and take souls with them, declining religious vocation, Christian countries become lands of pagans, enemies of religion, persecution of the true faith, suppression of the Church will increase and there will be many martyrs.
Lack of charity, heartlessness, indifference and lack of concern for our neighbor, people turning against each other, even in the bosom of the family, people proud in their own knowledge, and turning away from God.
Just glance at the daily newspapers to see clearly the above impending signs.

II. The Immediate Signs
The night will be bitterly cold, the wind will howl and roar, then will come lightning, thunderbolts, earthquakes, the stars and heavenly bodies will be disturbed and restless. There will be NO light, but TOTAL BLACKNESS, utter dark will envelop the entire earth. This will come suddenly like a flash!
Not a single Demon will be left in Hell, hell will be emptied and every evil spirit will be released to roam over the earth and do all possible harm to souls. The evil ones will appear in the most frightening forms and will fill the air with pestilence and poisonous gases, there will be terrifying apparitions. Many will die from fear and despair, the wicked people will behold the Divine Heart of Our Lord.
"My angels, who are to be the executioners of this work, stand ready with pointed swords and they will take special care to annihilate all those who mock Me and would not believe in My revelations."
Hurricanes of fires will rain forth from Heaven and spread over all the earth, fear will seize mortals at the sight of these clouds of fire, and great will be their cries of lamentation, many godless will burn in the open fields like withered grass. God's wrath will be poured out upon the whole world, the chastisement will be terrible, such as never before, and will afflict the entire earth.
Satan will triumph in these awful days, and hell will appear to have gained possession of the world, but God will reclaim it, for even this chastisement is an act of God's mercy. He tells us not to pray against it, as it must come, but pray to save yourself and as many others as possible, and pray that these days may be shortened.

III. Between the Impending Signs and the Immediate Signs
There are predicted two other occurrences, as additional and final warnings before the terror of the three-day darkness:
THE GREAT WARNING
A Prodigy during which time every soul will be shown exactly how they have offended God and to what extent. This will be a time of such intense personal suffering that many will wish to die, but no one will.
THE GREAT MIRACLE
A Miracle similar to that at Fatima, a great wonder to convince many, predicted to take place on the Feast Day of a young martyr of the Eucharist but not on a holy day of Our Lady. The miracle will last for about a quarter of an hour and will be visible from Garabandal, Spain, and the surrounding mountains. Our Holy Father will see it no matter where he is at the time. This miracle will take place on a date which will be announced eight days before. Afterwards, God will leave a sign in memory of it. It can be shown on TV for the whole world to see.
THE CROSS IN THE SKY
As late as 1965, the three days of darkness was spoken of again in a holy person in Europe: "The Divine fire and the fire of hell will arrive and last during the days of darkness indicated by all the saints. My luminous cross will appear in the sky, it will be the sign that the final events are close, and will remind all of My terrible passion, so that they will have time to reflect, for I shall not punish the world without previous announcement. All will have time to comprehend the significance of that cross in the sky, and everyone shall see it. All will know, even those who reject it, that this My cross will be the sign that a Redeemer came once to bring salvation and pardon. My cross will be honored as never before."

IV. What to Do For Protection During the Three Days
As soon as you perceive the disturbed signs of the very cold night: Go inside, shut and lock all doors and windows, pull down the shades, keep the doors and windows well covered, go and stay away from doors and windows. Do not look out, do not go outside for any reason, and do not talk to anyone outside. Demons will imitate your loved ones' voice to entice to go outside and kill you. ANYONE WHO LOOKS OUT OR GOES OUT WILL DIE IMMEDIATELY! The wrath of God is holy and He does not want us to see it.
LIGHT YOUR BLESSED CANDLES
All will be black, and the only thing which will give light will be blessed wax candles; even these will not burn in the houses of the godless and scoffers. Once lit, nothing will put them out in the houses of the believers. Be sure to keep a supply of blessed wax believers. Be sure to keep a supply of blessed wax candles in your homes - also - Holy Water to be sprinkled freely around the house, especially at doors and windows. Bless yourself and others with it. Drink it and anoint your senses with it (eyes, ears, nose, mouth) and hands, feet, and forehead.
STORAGE OF FOOD
Keep on hand a sufficient supply of food, water and blankets for those of your household and any visitors. Do not count on any utilities.
DO NOT TAKE ANIMALS INTO YOUR HOME
Taking care of your animals by leaving enough food and water outside for them to last these days. God will preserve the property of the elect, including their animals. It is assumed that house pets may be kept inside. Animals which have been petted or cared for by a blessed person receive a certain protection.
KNEEL DOWN BEFORE A CRUCIFIX AND PRAY INCESSANTLY
Pray with outstretched arms, or prostrate on the floor, pleading for many souls to be saved. Make acts of contrition of faith, hope and love. Make acts of Spiritual Communion. Read spiritual books.
PRAY THE ROSARY
Meditate on its mysteries. You must think more of the Passion of Christ.
CALL UPON GOD'S MERCY
And call upon Our Blessed Mother for He has given these times into the care of the Sorrowful and Immaculate Heart of Mary (under that title). "No harm will come to those who are in the state of grace and seek My Mother's protection."
INVOKE THE INTERCESSION OF SAINTS
Call upon the Holy Trinity, Holy Mary, Saint Joseph, Saints Peter and Paul, Saint Therese (the Little Flower), Saint Francis of Assisi, Saint Elizabeth of Hungary, Saint Conrad of Parzham, The Holy Angels, your own Guardian Angels, and Saint Michael the Archangel. The cry: "Who is like unto God?" (the motto of Saint Michael) will serve as a protection to many.
Those who are caught traveling on the road and unable to get to shelter will die as martyrs and be taken to Heaven, if they are good. Some children and others will be taken to Heaven beforehand, to spare them the horror of these days. "THOSE WHO DISREGARD THIS ADVICE WILL BE KILLED INSTANTLY"
The three days of darkness have already been postponed several times by the increased prayers and the sacrifices of good people and through the intercession of Our Blessed Mother. Now they will no longer be delayed because sins have multiplied beyond measure. THEY WILL COME SOON, for in the merciful plan of God, this world must be purified of its sin. It is predicted that these Three Days of Darkness will come and no one will escape the terror of these days!"
"I will find them all."
V. The Aftermath
After the three days of chastisement are over, there will be no ungodly persons left, the godless will be annihilated. Seventy-five percent of humanity will be destroyed, more men than women. Everyone left on earth will believe in God with all their hearts. The devastation will be astonishingly great, but the earth will be purified. The spiritual fervor of the early Christians will return, but there will be so few men left on earth. When all seems lost, then in a twinkling all will be saved, the sun will shine again and it will be as springtime, all fair and beautiful. The Holy Angels will descend from Heaven and spread the spirit of peace over the earth, and the just will be able to start life anew.
Some nations will disappear entirely, and the face of the earth will be changed. There will be no more big business, huge factories and assembly lines which will sap men's souls and moralities. People will return to the land.
Our Holy Church will rise again, and religious communities will flower. A feeling of immeasurable gratitude will possess the hearts of those who survive this terrible ordeal and, upon the return of light, all should kneel down immediately and give thanks to the Holy Trinity for their protection, and Bless God. Then will follow the era of peace as promised by the Blessed Virgin at Fatima.

Monday, February 12, 2007


Dijual Lukisan judul "Thinking", Acrylic on A3 paper by Saptoda, harga Rp.1,5jt.
Kontak: 0856 1474 231

Wednesday, January 10, 2007

MUSISI INDONESIA DI ALAM KHAYALAN

Mayoritas musik Indonesia sekarang-sekarang ini, entah yang dibawaain sama grup/penyanyi solo papan atas atau para pendatang baru, isinya sama ajah: roman picisan alias cinta-cintaan kain gombal thok yang ceritanya kalo nggak lagi jatuh cinta atau putus cinta ya selingkuh. Jelas banget ini ada hubungannya dengan imaginasi musikalitas para musisi kita yang kayaknya langsung salah urat atau keseleo ketika harus berhadapan dengan tema-tema yang lebih membumi gitu. Mereka sepertinya nggak mau nyoba-nyoba atau malah jangan-jangan lebih parah dari itu – nggak bisa ngebuat lagu yang isinya bertema lain selain cinta doang. Bayangkan dalam satu album berisi 10 atau 12 lagu milik banyak grup atau penyanyi solo kita hampir nggak ditemuin tema lain selain tema cinta yang bikin bosen dan ngeselin. Dan anehnya pihak rekaman, major label khususnya, yang menaungi mereka nggak melakukan seleksi lagu dari artis-artisnya. Gimana ini?
Para musisi kita nggak tanggap membaca banyaknya hal yang sebenarnya bisa digali dalem-dalem untuk menciptakan karya dengan tema beragam. Isu Alam, kriminalitas, kesehatan, keluarga, masyarakat, politik, perekonomian dan lainnya bisa tuh kalau mau kreatif dijadikan fondasi lirik-lirik lagu. Sedemikian susahkah mencari nada-nada yang mudah dicerna dan yang pas untuk kemudian digabungkan dengan lirik yang isinya tidak melulu masalah cintrong? Owalah rek, dunia musik kita kok sudah persis film-film Bollywood India yang isinya cinta gombalan melulu yang setingnya kebanyakan di dunia yang serba indah persis di alam khayalan. Sialnya lagi, penikmat musik nggak mau mengkritisi masalah ini, dan lucunya saat menjadi penonton acara musik live di TV mereka malah semangat banget mengacung-acungkan jari dengan simbol metal selepas sebuah grup atau solois terkenal menyelesaikan satu lagu andalan mereka, sekalipun lagu yang dibawain itu mellow banget.
Kalo sudah begitu siapa pihak yang paling bertanggung jawab untuk dikritisi? Meneketehe? Ya, mustinya para musisi itu sendiri kalo mau bicara jujur. Lagi-lagi akan lucu juga kalo dalam acara dengan tema tertentu seperti peringatan hari AIDS sedunia misalnya, lagu yang dinyanyiin malah “Demi Waktu”, “Buaya Darat”, atau “My Heart” dan sejenisnya yang semodel dengan itu dan bukannya lagu yang relevan yang bisa disuguhkan kepada publik. Beruntunglah para musisi kita karena para promotor musik atau pihak stasiun TV yang mau menggelar konser dengan tema-tema tertentu sejauh ini juga nggak menuntut mereka supaya membawakan lagu baru ciptaan mereka yang disesuaikan dengan tema yang mau diusung.
Semestinya, kalau lagu cinta yang bikin mabok dan mual ajah bisa dibalut sama irama yang dibagus-bagusin oleh para musisi kita, kenapa lagu dengan tema lain yang lebih bermakna nggak bisa? Terus kalo para musisi sekarang ini nggak juga mampu menghasilkan karya yang lebih punya makna, sepertinya para produser, baik dari major label atau jalur indie, musti melirik musisi-musisi baru yang mau membawa aroma dan kreatifitas baru buat para penikmat musik.


Jakarta, 10 Januari 2007

Thursday, November 16, 2006

Mau buat Band? Berani?

Ayo, buat rekan2 [usia 20 - 30an, tinggal di Jabodetabek] yang bisa bermusik [gitar, bas, drum, keyboard, vokal] yang sudah mampir ke sini, saya ajak untuk mendirikan sebuah Band. Materi [mulai dari slow sampai fast] sudah siap [ready stock] untuk digodok lebih matang, dan tentu Band yang akan terbentuk ini bukan untuk iseng2 ajah [capek dan sayang akh kalo cuman latihan tapi nggak menghasilkan apa2], tapi sebuah Band yang berorientasi pada pasar, alias buat cari sandang pangan, huakakak, kak,kak... Berani? Kontak HP 0856 1474 231.

Salam

Butuh Jasa Penerjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia dan sebaliknya?
Need Translation Services from English to Indonesian and vice versa?

Hubungi Saptoda melalui weblog ini atau email ke stephanustono@yahoo.com atau HP di 0856 1474 231, mulai dari dokumen hukum sampai artikel rohani. Contoh terjemahan [artikel rohani] bisa dibaca pada beberapa posting di weblog ini. Biaya terjangkau Rp.20ribu per lembar hasil terjemahan, spasi rangkap, font: Courier 12.

Salam

Please do not hesitate to contact me through this weblog or email me at stephanustono@yahoo.com or call my mobile phone at 0856 1474 231 if you have any document from legal to religious articles. Samples of my work [religious articles included herein] can be read for your reference. Affordable price of Rp.20,000,- per translated page, double space, font type: Courier, size 12.

Cheers

Monday, October 02, 2006

Third Secret of Fatima
(Translated by Saptoda)

"I write in obedience to you, my God, who command me to do so through his Excellency the Bishop of Leiria and through your Most Holy Mother and mine. "After the two parts which I have already explained, at the left of Our Lady and a little above, we saw an Angel with a flaming sword in his left hand; flashing, it gave out flames that looked as though they would set the world on fire; but they died out in contact with the splendor that Our Lady radiated towards him from her right hand: pointing to the earth with his right hand, the Angel cried out in a loud voice: 'Penance, Penance, Penance!'. And we saw in an immense light that is God: 'something similar to how people appear in a mirror when they pass in front of it' a Bishop dressed in White 'we had the impression that it was the Holy Father'. Other Bishops, Priests, men and women Religious going up a steep mountain, at the top of which there was a big Cross of rough-hewn trunks as of a cork-tree with the bark; before reaching there the Holy Father passed through a big city half in ruins and half trembling with halting step, afflicted with pain and sorrow, he prayed for the souls of the corpses he met on his way; having reached the top of the mountain, on his knees at the foot of the big Cross he was killed by a group of soldiers who fired bullets and arrows at him, and in the same way there died one after another the other Bishops, Priests, men and women Religious, and various lay people of different ranks and positions. Beneath the two arms of the Cross there were two Angels each with a crystal aspersorium in his hand, in which they gathered up the blood of the Martyrs and with it sprinkled the souls that were making their way to God.".../THIRD SECRET/... VIS 000626 (380)

“Saya menuliskan surat ini sesuai kehendak Mu, ya Tuhan, melalui Yang Mulia Uskup Leiria dan melalui Bunda Mu dan Bundaku yang Tersuci “Setelah saya menjelaskan dua pesan yang diberikan, di sebelah kiri Bunda Kita, agak sedikit ke atas, kami melihat seorang Malaikat dengan pedang menyala-nyala di tangan kirinya; berkila2uan, serta mengeluarkan nyala api seolah-olah akan membumihanguskan dunia; akan tetapi nyala api itu padam saat menyentuh kesemarakan cahaya yang terpancar dari tangan kanan Bunda Kita yang tertuju ke arah malaikat itu; sembari mengarahkan telunjuknya ke bumi, Malaikat itu berseru dengan suara nyaring: “Bertobatlah, bertobatlah, bertobatlah!” Dan kami melihat cahaya yang besar sekali yang dari Tuhan: yaitu “seperti ada orang yang muncul dari dalam cermin “ seorang Uskup berjubah putih, nampaknya beliau adalah Bapa Suci. Para Uskup lain, Pastor, pria dan wanita kaum beriman tengah berjalan mendaki sebuah gunung yang curam, di mana di atasnya berdiri sebuah Salib besar dari sebatang pohon dengan kulit berduri yang dipotong kasar; sebelum sampai ke tempat itu, Bapa Suci melewati sebuah kota besar yang sebagian hancur dan sebagian lagi hampir roboh dengan langkah gemetar, diliputi kepedihan dan kesedihan, Bapa Suci mendoakan jiwa2 dari mayat2 yang ditemuinya di sepanjang jalan; sesampainya di puncak gunung, sambil berlutut di bawah Salib Besar itu, Bapa Suci dibunuh dengan berondongan peluru dan anak panah oleh sekelompok tentara, nasib yang sama juga dialami para Uskup lain, Pastor, pria wanita kaum beriman, dan berbagai kaum awam dengan pangkat dan kedudukan yang berbeda. Di bawah kedua lengan Salib, ada dua orang Malaikat yang berdiri membawa tempat kristal untuk menampung darah para Martir dan menggunakannya untuk memerciki jiwa2 yang sedang menuju kepada Tuhan.”